Setan, umpatku dalam hati. Bukan emosi terhadap Jay, melainkan terhadap dirinya. Bokep Barat “Jay, pinjam kamarnya.”
Jay hanya tersenyum, matanya masih terpejam. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali di dadaku. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. “Aku merindukan saat-saat ini.”
Kulihat Jay tersenyum dan memejamkan matanya. “Ray, tambah tua aja lu.”
Aku tertawa dan menghisap Marlboro di jepitan bibirku dalam-dalam, tersedak saat sesuatu menutupi mataku.“Raay! Jay. Aku menyayangi kalian.”
Chie mengangkat kedua lengannya, meraih dan memeluk kami berdua dalam dekapannya. “Hanya maaf?” Jay tertawa. Masih banyak gadis untukku. “Sebelum aku menjadi milik bule. Ironis. Huh? Pertanyaan yang sangat sukat untuk kujawab. Masih banyak gadis untukku. Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. “Seandainya saja pikiran kita sudah lebih terbuka, mungkin Indonesia sudah kehabisan perawan.




















