Darah seketika muncrat ke mana-mana. Sex Bokep “Terima kasih banyak, Pak. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Gila. Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Dia benar-benat ulet. Itu cuma dugaanku. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini. Malam semakin larut. Seharian ini, aku memang dirundung hujan, dan aku tidak berlari. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Itu cuma dugaanku. Aku kini mulai bingung. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua.




















