Kenapa? Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Film Porno Erik sangatlah baik padaku. Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Aku pun merasa ketakutan. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Erik”Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu..




















