Eh…, bener tidak lama badannya terasa bergetar lalu melenguh seperti sapi…, uhh…, yang lebih keras dari sebelumnya dan tiba-tiba memelukku kencang sekali dan jarinya meremas punggungku.Untung aku masih memakai baju. Bokep Lalu aku jalan menuju tembok dan aku rapatkan badannya ke tembok dengan tetap kugendong.Bagiku tidak ada masalah mengangkatnya. Meski dia tidak memakai rok mini, tapi karena duduk, ketarik juga ke atas. Rupanya dia klimaks juga. Tanganku yang satu lagi menyusup ke dalam roknya dan meremas-remas pantatnya yang juga sudah agak turun. Tangan kirinya mengelus tangan kiriku dan diangkatnya, dan ditaruh di atas pahanya yang putih dan mulus. Kuangkat kedua kakinya di belakang lututnya dengan kedua tangan, sehingga seperti digendong. Suaranya makin seru, untung di apartemen, jadi tdak terlalu gaduh karena jauh dari tetangga.“Yan…, lepasin celanaku…, aku sudah nggak tahan”, bisik Ibu Vivi.




















