Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.Tibalah aku memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Bokep Rusia setiap kali aku mengeluh soal perutku yang kian bertambah usianya dari hari ke hari dan berganti dengan minggu, Mas Iky selalu kebingungan sendiri dan tak pernah mendapatkan jalan keluar. Tangannya terus saja menggerayangi sekujur tubuhku. Ini semua salahku yang tak mampu menjaga kekuatan dinding imanku.Subuh pagi ini aku meninggalkan rumah ini tanpa pamit, setelah kusiapkan sarapan dan sepucuk surat di meja makan yang isinya bahwa aku pergi karena merasa bersalah terhadap keluarga Bapak Sandi.Hampir setahun setelah kepergianku dari keluarga Bapak Sandi, Aku kini telah menikmati kehidupanku sendiri yang tak selayaknya aku jalani, namun aku bahagia. Mas Iky mulai gugup dan panik atas kejadian ini.“Kenapa kamu bisa hamil sih?” Aku hanya diam tak menjawab.“Bukankah aku sudah memberimu pil supaya kamu nggak hamil. Mas Iky pasti akan menemukan calon istrinya yang sangat dicintainya.




















