Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Bokep Ojol Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. “Hhhmm.. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. “Aku harus menjadi orang pertama yang..”
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya.




















