Tangannya menyusup kebalik pakaian & mengelus dadaku, sementara birahinya semakin memuncak. Saya genggam lembut jari tangan kirinya.Hawa hangat menerpa telinganya dari hidungku, “Kamu memang lah gadis yg kece, & sudah tumbuh dewasa Fan”, gumamku lirih. Bokep Family pujian itu menciptakan beliau semakin bangga, tubuhnya bergetar, & nafasnya sesak menahan gejolak di dadanya. Darahku berdesir, kupindahkan tanganku & tetap menari naik turun antara lutut & pangkal paha putih mulus, tetap tertutup celana yg membasah, Saya merasakan birahi Fanny makin memuncak. Birahinya makin memuncak. Coca Cola aja deh Kak”, sahutnya sambil konsisten bekerja.Saya mambawa dua kaleng minuman & mataku konsisten menyaksikan & menelusuri badan Fanny yg membelakangi, nyata-nyatanya menarik serta gadis ini, badannya yg semampai & bagus pass membuatku bergairah, pikirku sambil tersenyum sendiri.“Sudah Kak”, nada Fanny mengagetkan lamunanku, kuhampiri & kusodorkan sekaleng Coca-Cola minat gadis itu.




















