Mau si Mbok panggilin?”“Gak usah Mbok, makasih.”“Itu ibu, Mbak.”“Eh cantik…” ucap Bunda Bram.“Assalamualikum, Bunda.” ujarku memberi salam sambil menyalim tangan Bunda Bram.“Waalaikumsalam sayang, muuuaacchh….” Bunda mencium keningku dan memelukku.“Anak Bunda sudah makan belum? Bokep Brazzers Minum air putih sambil liatin aku sama aja ‘kan manisnya.” Nita tersenyum lalu beranjak pergi meninggalkan aku yang duduk di ruang tamu setelah memberiku segelas air putih.Aku hanya bisa terdiam dan tersenyum melihatnya, dalam hatiku berkata. “Arrrrgghhhhhhh….”Dengan gerakan reflek super cepat, aku langsung menutupi Bram junior.“Nit tutup pintunya.” Seruku.Namun Nita tak menghiraukan ucapanku, ia tetap berdiri mematung di depan pintu kamar mandiku.“Nit tutup pintunya…” seruku kembali dengan sedikit berteriak.Ia yang kaget mendengar teriakanku langsung bergegas menutup pintu kamar mandiku.Saat ini aku benar-benar sangat shock. Bahkan kali ini ia lebih menyeramkan dari mak lampir.CIIAAT!!PLETAK!!BAAG!!BUUG!!BAAK!!KO!! Nita belum beres-beres rumah, sama packing baju, Bun.”“Ya sudah kalau gitu, entar sore Bunda tunggu di rumah ya sayang.”“Iya Bun,




















