Setelah itu Marlena pun bergegas mengambil tas sekolahnya berlalu ke dalam kamarnya, aku benar-benar merasa puas dengan kepolosannya tadi, pokoknya nanti aku akan bujuk dia untuk seperti itu lagi, kalau perlu kuajari yang lebih dari itu. Tak kusia-siakan aku langsung memeluknya diri belakang, tanganku melingkar di tubuhnya yang kecil mulus, dan padat itu, lalu tanganku kuletakkan di bagian perutnya, sambil ku usap-usap dengan perlahan. Bokep Tobrut Sementara Marlena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu. “Ngapain malu Len…kan udah nggak ada orang…” kataku berdebar-debar.Mau pegang nggak….?” Ungkapku sambil menarik tangan Marlena kutempelkan ke arah kontolku. Tapi untunglah Marlena tidak kaget atas tingkahku itu, cuma sedikit rasa ingin tahu saja yang terlihat dari sikapnya itu. Sementara Marlena menungguku dengan sedikit salah tingkah di kamar itu. “Len…kamu cantik sekali pakai baju itu..!” ungkapku jujur padanya.




















