Kalo dia lagi cuap-cuap diudara sesuai profesinya sebagai penyiar, selalu saja banyak pendengar pria berbondong-bondong pengen mengudara, minta dilayani suaranya yang empuk, seempuk dadanya, hehehe!Seperti sekarang misalnya. “Rini kamu kenapa?” eh malah tambah lebar senyumnya. Bokep Asia Dia menoleh dan langsung dipagutnya bibirku.Tangannya langsung dilingkarkan ke leherku. Terus aku cium pipi kiri kanannya. kepalang tanggung. Dia menoleh dan langsung dipagutnya bibirku.Tangannya langsung dilingkarkan ke leherku. Tapi waktu mau berbuat lebih jauh, Rini melepas pelukannya
dan berbisik lirih dengan suara bergetar,”Ki, nanti malem kerumah ya? Woow! .sshhh…aahhhh…” aku makin gila. Rini balas
tersenyum, kemudian tanganku yang dipegang diarahkannya menuju ke balik
bajunya, langsung ke kancing BH-nya yang kebetulan ada didepan. Woow! Wah, pokoknya aku sendiri nggak pernah menyangka kalo dikantor ternyata punya temen seperti dia. padahal
biasanya dia selalu bersikap manja sama semua orang, nggak cuma sama
aku aja.




















