Tak sampai satu menit berikutnya aku sudah tidak bias menggerakkan tangan maupun kaki ku lagi karena terikat dengan begitu eratnya di kursi. Istriku masih shock berat. Bokep stw Sreettt….sreettt…..suara robekan dan berikutnya sebuah lakban hitam begitu kerasnya membungkam mulutku sampai ke pipi ku.“ctek..”lampu kamar tiba tiba menyala. Merry hanya bisa berusaha menjauhkan ketiaknya dari jangkauan tangan wok, memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri, berusaha keras mengatupkan lengannya, tetapi hal yang sia sia saja, kedua lengannya tetap terentang dengan kuatnya ke samping, membuka ketiaknya lebar lebar, memberi kebebasan pada lelaki itu untuk memainkan jari jarinya disana.Dan seloroh godaan yang membuat aku makin muak itu terdengar lagi.“kitik kitik kitik kitik…..kitik kitik kitik kitik ……kitik kitik kitik kitik…”. “Plakk…”, tamparan keras mengenai pipiku membuat perih dan mata berkunang kunang, tetapi aku juga tidak memberi jawaban.“Ndan….ada yang lewat” kata orang yang berjaga di jendela“Siapa Jon..??”, jawab si komandan“Gak tau….tetangga mungkin balik




















