Memijat pantatnya yg padat berisi.“Kok nggak kerasa yah, digigit aja deh!” pintanya.“Digigit?” tanyaku spontan.“Iya digigit, tp jangan keras-keras!” jelasnya.Untuk sejenak aku terdiam. Bokep Thailand lega sekali, seperti melepaskan beban. Ssh.. Kemudian kuletakkan tepat di depan pintu. Sudah, kita berhenti saja, saya menyerah!” seruku memelas sambil berusaha menutupi tubuh bagian atasku, saat itu aku sudah merasa sangat malu dan tdk lagi berminat untuk meneruskan taruhan itu.“Nggak bisa..! Kita batalkan saja taruhannya..!” jeritku sambil meraih pakaianku dan berlari menjauhi mereka, tp salah seorang dari mereka dgn sigap menubrukku dari belakang, membuatku terhempas di atas meja billiard dgn posisi menelungkup dan laki-laki itu menindihku dari atas.“Lepaskan..!” teriakku kaget sambil meronta dgn sekuat tenaga, tp laki laki itu terus menindihku dgn kuat, membuat aku benar benar tdk bisa bergerak sama sekali, akhirnya aku terkulai lemah tak berdaya sambil terus menangis.“Pak Hendra..! Jangan sampai kalah lagi, ujarku dalam hati, dua kali lagi aku




















