Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna” katanya dingin.“Seperti boneka..”Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Tomo bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.“Halo.. Bokep HD Tak lama, Tomo sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Tomo masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”Pelukan Tomo semakin erat. “..Tomo? Kenapa? Saat itu, aku benar-benar sendirian. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak.“Anak bodoh.. Dia sangat memanjakan aku. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Tomo. Mukaku terasa panas. Aku nggak marah kok. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Dan setiba di kamar, aku memeluk Tomo sambil mengucapkan terima




















