“Lho kok nggak kenapa? Tanpa malu-malu kuemut pentil Bik Miatun. Bokep Tante “Ah.. “Nggak gimana?” tanya Bik Miatun seolah-olah mau menyelidiki aku. “Apa yang kamu takutkan, aku puas, kamu jangan takut, aku nggak akan bilang sama papa” kata Non Kristin. Setelah Bik Miatun pergi aku mengunci pintu gerbang.Setelah selesai menyiram taman yang memang cukup luas aku bermaksud mematikan kran yang ada di belakang. “Jangan laporkan kami pada tuan, Non.”
Akupun juga takut kalau sampai dipecat, akhirnya kami menangis di depan Non Kristin, mungkin Non Kristin iba juga melihat rengekan kami berdua. Setelah itu aku menyandarkan tubuhku pada tembok. Sialan aku lupa ngunci pintunnya, gerutuku sambil cepat-cepat pergi.Esoknya usai aku menyiram taman, aku bermaksud ke belakang untuk mematikan kran, tapi karena ada Bik Miatun mencuci kuurungkan niat itu. “Sini.. “Kamu sudah mandi?” tanya Non Kristin sambil mengambil handuk yang kuberikan. “Sini kamu..” kata Bik Miatun sambil menyuruhku untuk mendekat, tiba-tiba




















