Seperti biasa, wanita itu mengajakku duduk di sofa. Bokep Indo Senyumnya mengembang menyambutku sepulang dari kantor. Syukurlah di tengah kesibukannya, ia masih sempat meluangkan waktu untuk mendengar curahan hatiku.“Hallo… sudah lama nunggu Di?” Bimo tersenyum menghampiriku.Bimo mengenakan atasan setelan hem biru lengan panjang dan dipadukan dengan celana panjang hitam. Setelah kucium keduanya yang sedang terlelap, segera aku beranjak menuju kamar tidurku.Di dalam kamar, istriku sedang menyalakan lampu tidur. Maafkan aku istriku, anak-anakku, aku selama ini hanya bisa menuntut ini dan itu bahkan begitu pengecut untuk sekedar mengutarakan uneg-unegku. “Bapak nggak makan, pak?” sapa mbok Rusti.“Nanti saja mbok nunggu ibu datang”“Sebaiknya bapak makan duluan, ibu kan biasa pulang hampir tengah malam, bapak bisa kena sakit maag kalau menunggu ibu pulang” saran mbok Rusti kepadaku.Benar juga sampai jam 22.00 Rosa belum juga pulang, akhirnya kusantap juga makanan yang sudah disiapkan mbok Surti sejak tadi, rasanya hambar dan dingin sangat berbeda




















