Beberapa kali aku menangkap pandangan Dewi yang melirik kepada aku. Bokep HD Disaat aku melirik ke pinggir ruangan, aku bisa melihat pintu kamar pembantu terbuka sedikit. Memang paman ku ini adalah businessman yang sangat sukses, tapi juga ramah dan selalu memperhatikan para pekerja nya. Tetapi yang paling menarik perhatianku adalah badannya yang sangat montok. Tapi aku tak menggubris dan justru birahiku semakin meningkat. Akhirnya aku bisa merasakan lidah Dewi yang seperti kelaparan menjilati gagangku. Dewi meremas dan mengocok gagangku dari luar celana pendek yang aku pakai. Dewi berdiri di depanku sambil tersenyum,“Wah mas Handoko ini, sudah keluar banyak di mulut Dewi tapi masih tetap aja keras yah.” katanya sambil menunjuk gagangku yang memang masih berdiri tegak. Kita bertiga bercakap-cakap sejenak di ruang tamu. Kita pun mulai ngobrol dan bercanda ria, dan aku beranikan diri memegang dan mengusap pahanya yang mulus itu.




















