Tubuhku semakin berkeringat dan menggelinjang menahan panas. Tes.. Bokep Mama Penisku pun mengeras. Dan kini aku diperlakukan tidak lebih dari seekor binatang. Tapi bagaimanapun juga aku berusaha untuk bangun. Dia tidak berhenti sampai di situ. Tapi anehnya, aku menikmatinya. Nah, sekarang tidurlah seperti seekor anjing..!”Nyonya Hana kemudian meninggalkanku sendirian di kandang anjing. Setelah Nyonya Hana pergi, aku pun mulai berjalan ke arah jalan raya. Namun tentu saja aku tidak dapat makan seperti orang biasa. Aku juga tidak dapat terus-terusan tinggal diam di situ karena aku tidak punya pakaian selembar pun. Nyonya Hana terus mencambukku sampai sekitar 200 cambukan. Dia pergi ke arah kota untuk minum-minum di kafe. Aku tidak dapat menolak. Dia benar-benar cowok idaman. Harga diriku benar-benar diinjak-injak. Akhirnya, mereka berlalu juga.Kejadian seperti itu berulang terus sepanjang aku menempuh perjalananku. Dia ternyata membawaku ke halaman belakang.




















