“Siang, betul saya sendiri, ini siapa?” tanyaku balik, padahal hanya GM dan tamuku saja yang tahu keberadaanku. Namun aku hanya memilih melayani para bos-bos saja, baik muda ataupun tua gak masalah karena aku memang menginginkan uangnya saja. Bokep Jepang “Kulepas dulu ya Om, biar nggak terlalu ribet dan lebih santai” kataku sembari melepas blazer hitam yang menutupi tubuhku.Sesuai pesan dari GM yang membooking, aku diminta mengenakan pakaian resmi seperti orang kantoran, biar nggak terlalu mencolok, katanya. Om Bony menarikku dalam pangkuannya, diciuminya pipi dan leher jenjangku, tangannya sudah menggerayang di daerah dada, meraba dengan remasan ringan. Kami mengobrol ringan, biasa sekedar menghilangkan kekakuan pada orang yang pertama kali bertemu. Kami berangkulan bergulingan di ranjang, beliau melumat bibirku dengan ganas. Beliau membalas dengan sedotan kuat pada putingku bergantian. “Bapak tidak punya waktu, temani dia dengan baik, oke” pesan yang sama kuterima lagi,
“Beres Boss” jawabku singkat, karena dia bukanlah pejabat




















