Bunda gak merasa kamu melakukan kesalahan…selama ini bunda merasa kamu selalu bersikap baik pada bunda. Bokeb Dan Prima tampak serius. Mukanya tetap disembunyikan di antara kedua lututku. Lalu bertanya perlahan,“Nanda udah tidur ?”
“Udah, tadi saya intip dari pintu kamarnya, beneran udah tidur,” sahutnya. Aku terkesiap menyaksikan zakar anak tiriku itu, yang memang jauh lebih “tinggi tegap” daripada penis ayahnya. Yang melegakan hatiku, kedua anak tiriku itu tidak sempat tersesat pergaulannya. Tapi aku berusaha untuk menindas perasaan kesepianku dengan mencari kegiatan di rumah. Ataukah aku harus merangsang Prima sampai ia siap untuk menyetubuhiku ? Katanya sih juaranya akan mendapat sepeda sport.”
“Sepeda satu buat satu grup ?”
“Seorang satu, Bunda. Yang jelas, beberapa detik kemudian ia berusaha “membangunkanku”.“Bun…Bunda….” panggilnya setengah berbisik.




















