Hatiku bersorak. Vidio Porno Kita banyak waktu. Pelan-pelan dong.”
“Oh, sorry Yang.”
Kukecup keningnya semesra mungkin, penuh perasaan. Pahanya pun oke saja, tadi tanganku merasakaannya, halus berbulu lembut.“Kenapa sih Yang?” reaksiku ketika dia menutup roknya kembali. Begitu masuk kamar, Aku langsung bertelanjang dan memelorotkan celana dalam Alia, mendorongnya ke ranjang. Kalaupun perlu tidur akan kulakukan lewat tengah malam. Kadang tusukan kubarengi dengan hentakan kuat. Entar deh, lihat-lihat situasi.” Alia duduk di ranjang dan mengangkat sebelah kakinya mulai mengenakan celana dalam. Alia memang agak aneh, tak sekalipun aku diizinkan untuk menciumi bagian tubuhnya yang tak tertutup pakaian walaupun telah menghantarnya ke puncak kenikmatan hubungan seksual. “Eemm. “Bagusnya kan kita berdua telanjang bulat.”
Diam saja, tak ada komentar. Aku terus menatapi gerak bibirnya yang menggemaskan itu. Hah, apa ini? Diapun tak berusaha mencegah ketika celana dalam yang masih di pahanya itu kutarik lepas kembali.




















