“Tenang sayang.. Bokep Jepang “Terserah kamu saja ” kataku. “Ouh.. Setelah memandikan tubuhku lalu dia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower. Usai membersihkan badan, supir mesum ku lalu menggendongku keluar kamar mandi dan menghempaskan tubuhku yang masih basah itu ke atas kasur tanpa melap tubuhku terlebih dahulu. ouh.. Namun Aris, supir mesum ku tidak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus saja meraba-raba pahaku. Memang dalam hal keuangan aku tidak pernah kekurangan. “Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku. “Mas.. Sekarang kamu lepasin saya Ris..” kataku masih dengan nada kesal dan gemas. Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang. “Bolehkan saya memanggil Bu Winie dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue. “Jangan ngeliatin.. “Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!”




















