Tapi entah kenapa aku juga horni. Aku takut kalau dia akan membunuhku saat ini juga. Vidio Bokep Temannya yang satunya memasukkan selang itu dengan paksa ke lubang anusku. Tak lama kemudian aku sudah kembali duduk di sampingnya lalu menyerahkan pisau itu padanya.“Kamu ini cewek yang paling sempurna yang pernah saya temukan… cantik, seksi, anak orang kaya, pintar, dan bersedia dibunuh… pasti lezat daging kamu Mita….” ucapnya geram mengambil pisau itu dari tanganku. Aku pernah melihat besi seperti ini untuk menandai hewan ternak. nghhh… aahhhhhhhhhhh”Aku meringis menahan perih. Gila! Tapi bebaskan saya dari sini… Saya gak akan lapor siapa-siapa… Tolong pak… bebaskan saya”“Hehehe… Saya gak butuh uang kamu… Sekarang mandi” suruhnya lagi.Aku hanya bisa pasrah.




















