Ia memapahku berjalan menuju mobilku. Setengah jam kemudian aku telah lupa bahwa aku sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Felly. Bokep Montok Tapi dia menyadari bahwa apa yang ada pada kami bukanlah cinta. Ia mengerang kenikmatan. Kami mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. “Masih saja jadi petualang,” katanya sambil duduk di hadapanku, “Tapi masih tetap seperti dulu. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya. Bule-bule itu minum dan tertawa, ditemani wanita mereka yang tidak kalah menggelikannya. Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami.




















