Hanya sebuah nama, yang dimiliki berjuta-juta orang. Bokep Arab Kita impas?” Aku menoleh dan melihat ia masih dengan senyumnya menatapku. Bagaimana aku tidak merasa lucu?” Aku ikut tertawa juga mendengar pemikirannya tentangku. Kedua lengannya terbuka saat aku berhadap-hadapan dengannya. Let’s fuck.”
“Aku tak suka istilahmu.”
“Terserah. “Sekarang…,” ia mendesah lirih beberapa menit kemudian. Kudorong pinggangnya sedikit menjauh. Ia tertawa kecil saat kugigit kulit dadanya. Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Ia menghentakkan kepalanya ke belakang. Kelelahan sudah merasuk ke dalam tulang sumsumku. Kuangkat tubuhku ke atasnya, dengan sebelah kaki menopang di sofa, dan sebelah lagi menopang di lantai. Aku belum pernah bercinta, itu benar. Kurasakan sesak yang luar biasa.




















