Aku tak peduli, kugenjot terus ia sampai cairan maniku keluar dan kutumpahkan di dalam kemaluannya. Kulitnya yang putih mulus tampak memerah dan Fang Fang sudah setengah sadar, yang jelas ia tak bisa bangkit lagi.Dari tasku kukeluarkan dua anting-anting berbentuk ring dan salah satunya kutindikkan ke puting payudara Fang Fang. Bokep Ojol Fang Fang terjerembab dengan mulut berdarah.“Oh jadi elu mau maen kasar ya, OK!!” teriakku.Kupukuli dada, perut dan mukanya hingga ia jatuh lemas dengan muka sembab. Kali ini kupukul ia kuat-kuat sampai ia pingsan dan memudahkanku untuk memasang anting-anting kedua. Rupanya Fang Fang masih perawan, aku bisa merasakan darah segar mengalir dari lubang kewanitaannya ke pangkal pahaku. “Mas mau apa… Aaw!” Aku segera merobek t-shirtnya dan terlihat dua buah bukit indah yang seakan tidak cukup ditampung oleh BH-nya. Justru rasa sakit membuatku makin bernafsu, dengan kasar kugoncang dia naik-turun seperti naik kuda-kudaan.




















