Maya bangun Bu…”Akhirnya dengan malas Ibu Maya membuka matanya.“Sudah malam Bu saya mau pulang.”“Pento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagi.”Ibu Maya pun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.“Tunggu sebentar ya Pento,” kemudian Ibu Maya masuk ke kamarnya, dan beberapa saat kemudian Ibu Maya keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.Ini untuk kamu.“Apa ini Bu?” Tanyaku, saat Ibu Maya menyodorkan sebuah amplop kepadaku.Aku menolak pemberian Ibu Maya, namun Ibu Maya terus memaksaku untuk menerimanya. “Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Bokep India Nikmat sekali.. Ibu lemas sekali.”Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Maya pasrah dalam posisi nungging. kamu.. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus menceritakan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman.“Kring..” , kuangkat telepon di meja kerjaku.“Gimana?



















