Merasa mendapat angin, aku melanjutkan rayuanku dengan mengecup pipinya.Dia tak menolaknya dan malah mencium balik pipiku. Kemudian ia kembali menghampiriku dan melepaskan lakban yang menyumpal mulutku dari tadi malam.“Selamat pagi, gimana kabarnya. Bokep Crot Lemari esnya di sebelah situ dan ada beberapa makanan kecil di dekat kulkas,” katanya sambil berjalan menuju kamarnya.Dia tinggal di 1-bedroom apartemen. Tinggal sama siapa kamu disini?”
Di jawabnya, “Sendirian. Kulihat wajahnya yang putih bersih, kulit yang halus dan cantik. Kenalkan aku..” sapaku sambil menyebut nama. Kupegang tangannya dan diapun tak menolakknya. Lagi liat-liat dan mau having fun” jelasnya sambil tersenyum. Terserah kamu aja deh mau ngapain aku”
Lalu disambungnya, “Ok deh kalau begitu nanti kupikirkan”Tanpa kusadari, kurasakan kegairahan yang teramat sangat dalam keadaan terikat. Terasa kulit tangan yang halus. Sekarang aku lagi mau having fun”Dahiku berkerut memikirkan apa kiranya yang dimaksud dengan “having fun”.




















