Aaaargghhhh ….. Jadi sesiangan rumahku nyaris kosong. Bokep Tobrut Goyganku kupercepat lagi, Ningsih kupeluk erat-erat, dan … “Aaaarhggggghhh … aqu juga keluar Siiiih … eenaaaak Siiih …..”. Jempolku mencari kelentitnya, begituketemu kuelus dgn permukaan dalem jempol.“Ah, paaah, aqu nggak tahan paaah … aggghhh, ….. Di sana aqu ditemui oleh seorang suster wanita yg sudah bekerja di sana selama tiga tahun semenjak puskesmas itu selesai dibangun.“Ningsih”, begitu dia memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya. Ssshhh … arggh , aaduuuh paaah …”, erangnya. Aqu masih terus berdiri, stetoskopku sudah kulempar jauh-jauh. Sambil bertanya tentang berbagai hal, yg menygkut kunjungan pasien, tentang pelaksanaan program kesehatan yg selama ini dikerjakan olehnya (selama ini puskesmas dipimpin olehnya yg merupakan satu-satunya suster dgn dibantu oleh 2 orang petugas lain), tentang keadaan masyarakat sekitar puskesmas, dll, aqu tak puas-puasnya memandangi parasnya yg cantik itu.




















