Ia sengaja memarkir mobilnya di salah satu sudut jalan kemudian berjalan kaki menelisik satu per satu rumah makan yaang ada di jalan itu. Kopi pahit yaang ia beli di warung angkringan tidak mampu membuat matanya melek. Bokep Asia Mulutnya terkunci rapat karena menahan malu yaang sangat. Yaang ada adalah debu dan kotor di sana-sini. Sosok perempuan yang selama ini ia rindukan: Annisa! Namun bayangbayang wajah Annisa semakin pekat melekat di pelupuk matatiya.“Harus ke mana lgi aku mencarimu Annisa?” kata Andhika dalam hati. Ia curahkan cintanya kepada gadis itu dengan menciumi tangannya sedemikian rupa.Mendekapkan telapak tangan Annisa di dadanya yang bidang seolah tidak ingin berpisah lgi dengan gadis itu.“Siapa yang bilang aku pindah, Mas? Di depan sana Andhika melihat rumah Annisa diterangi beberapa lampu gantung yang usianya mungkin sudah sangat tua.




















