Ayo lepas … ayo lepas …”. Bokep Tobrut Ayah menolak tinggal di rumah tante Tina karena alasan pribadi ayah. Suara erangan dan desahan-nya makin terdengar panas saja di telingaku. Maklum anak
orang kaya yang suka tandang ke salon kecantikan. Sesampai di daerah Muara Karang, aku memutuskan untuk makan bakmi bebeknya yang tersohor di sana. Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan waktu itu masih jam 5:30 sore di hari Sabtu. Kalo begitu Bernas mau pamit pulang dulu tante. Lagi-lagi hanya aku dan pembantu saja yang tinggal di rumah.Saat itu aku ingin sekali kabur dari rumah, dan menginap di rumah teman. Kali ini aku lepas atasanku, dan kini aku terlanjang dada.“Ck ck ck … pemain basket nih. Ayah tidak memecat pegawai-pegawai lama di sana, malah menaikkan gaji mereka dan memperlakukan mereka seperti saat dia diperlakukan oleh pemilik bengkel yang lama.Kehidupan dan gaya hidupku & ayah benar- benar berubah 180 derajat.




















