Ia kerja di sana? Jendela kubuka. Bokep Ojol Apa katanya nanti? Astaga. “Oh ya. Dadaku mulai berdegup lagi. Tetapi tdk lama, suara pletak-pletok terdengar semakin nyaring. Bergantian Iin kini telentang.“Pijit saya Mas..!” katanya melenguh.Kujilati toketnya, ia melenguh. Aq tdk tahan. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Apalagi yg dapat tertinggal? kataku.“Iya itu”Ya ampun, aq membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas tempat tidur yg putih. Yes. Ah.., selangkanganku disentuh lagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskan cream. Tapi masih terhalang kain celana. Ia cukup lama bermain-main di perut. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Tetapi aq masih betah di dalam angkot ini. Iin datang. Lalu memeknya, basah sekali. Suara itu lagi.




















