Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Ke bawah lagi: Turun. Bokep Mama Lalu ia mengolesi dadaku dengan cream. Baunya memang agak lain, tetapi mampu membuat seorang bujang menerawang hingga jauh ke alam yang belum pernah ia rasakan.“Dik.., jangan dibuka lebar. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Wien.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Kedua kali ia memasukkan jari tangannya. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Bicara apa? Aku masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Masih menutupi diri dengan tabloid. Come on lets go! Aku makin membenamkan wajah di atas tulisan majalah.“Halo..!” suara itu mengagetkanku. Ke mana ia? Mobil bergerak pelan, aku masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita




















