Sebelum pergi Tutik mendekatiku sambil mengatakan “bang Tutik mau pergi, pokonya besok aku hubungi abang, ok bang ?” aku mengiyakannya.Tutik langsung pergi menaiki mobil laki-laki itu untuk meninggalkan café. “abang kok tega kali merekam suara Tutik, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ? Bokep Hot Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 Wibb Roni dengan sopan berpamitan sama aku. Tutik yang dari tadi hanya tertunduk sepertinya butuh perhatian, sekali-sekali Tutik menebarkan senyum yang menggoda.Panjang lebar cerita hujanpun tidak kunjung berhenti, minuman Jus sudah habis, pemilik café menyhiapkan barang-barangnya untuk tutup. lain orang lain tingkah lakunya beratus teori yang di buat cowok-cowok keren yang mendekatinya, yang namanya cinta belum juga ada di benaknya. Hubungan baik itu melalui telepon atau ketemu disekolah terus berlanjut. Hati-hati di jalan licin bang.




















