Tapi kedua lengannya menahan pundakku. Rasa lemon bercampur aroma wewangiannya. Link Bokep “Ssshhh,” ia mendesis. Sejuta kesan yang tiada pernah lengkap diurai dengan kata-kata. Bahkan pengantinnya. Aku baru sadar, bahwa jarak antara wajahku dengan wajahnya hanya sekitar tiga puluh senti. Ia menoleh, alisnya berkerut saat memandangku. Kami berpagutan, sesekali saling menggigit. Lengannya terulur lagi, kali ini menarik zipper celanaku ke bawah. “Shit,” bisikku, membuka mata, menundukkan tubuhku, lalu menciumi buah dadanya. Terus terang saja, ia membuatku tertarik. Tapi akhirnya, dengan memejamkan mata, kugerakkan pinggulku, maju dan mundur. Kupejamkan mataku. Di depan mataku, saat ia membuka pahanya, kulihat sesuatu yang membuatku terpana sesaat. Semua yang sudah kulalui. Kutekan saklar lampu. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama.




















