Aku sendiri kini dalam kegelapan di bawah kehangatan air panas.Terdengar suara motor parkir. Bokeb Satunya memang bergaya ‘agak’ gemulai tapi satunya mirip Rio Dewanto. Akupun dapat info bahwa aku disebut-sebut sebagai Arya Sembrani, mata-mata yang paling dicari karena selalu membocorkan rahasia Majapahit. Badannya kekar, coklat dan sehabis apel pagi tubuhnya akan mengkilat berkeringat.Kekurangannya hanya satu… bau.Aku sudah mulai menjalin komunikasi dengannya. Sesudah mengemasi semua mereka berpamitan sekali lagi. Di kotak pemandian itu ada dua orang cowok yang bertelanjang bulat mandi di bawah pancuran. Tapi sudah lama dia masuk ke kesatuan pasukan, hanya saja otaknya agak kurang cerdas alias agak bodoh sehingga dia ditempatkan sebagai penjaga tahanan. Dua lelaki masuk. Lalu sebentar kemudian ada yang melongok. Setelah menyebutkan nama kota dan dilanjutkan dengan basa basi serta sejarah kedatanganku ke tempat ini, kami diam lagi.“Uwis njuh…” kata teman di pojok seraya berdiri.Yah, mereka sudah selesai.“Kami duluan mas…” pamit orang




















