Betapa perih ketika “kepala meriam” itu terus masuk ke dalam liang kewanitaanku, yang belum pernah sekalipun merasakan jamahan laki-laki.Aku mencoba memberontak sekuat tenaga lagi. Film Porno Pose keempat, aku masih berdiri, sementara Susan berdiri di belakangku dan berbuat seolah-oleh kami berdua sedang bersenggama. “Ayolah, jangan malu-malu!” Sebenarnya dalam hati aku menolak. Aku meronta-ronta kesakitan.Aku menoleh ke belakang. Di dalam sudah banyak cewek-cewek cantik. Lalu dengan membelakangi Adolf, kulepas BH-ku. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapku nanti apabila foto-foto telanjangku sampai dilihat orang-orang banyak?! Seumur hidupku, belum pernah aku diperlakukan sedemikian lupa oleh lelaki manapun, dan kini aku harus menyerahkan diriku pada Adolf. “Susan!” Adolf memanggil seseorang. Kuambil surat kabar itu. “Han, masak kamu balik badan begitu. Bagaimana pandangan orang-orang terhadapku nanti apabila foto-foto telanjangku sampai dilihat orang-orang banyak?! Kuparkir mobilku di pinggir jalan. Akhirnya aku dipotret dalam beberapa pose.




















