kujawab dengan tegas. Bokep Korea Atau justru aku yang aneh? Alhamdulillah, mungkin Allah mengirmnya untuk menyelamatkanku. Aku meninggalkannya, aku berlari menuju kereta yang sudah siap mengantarku ke Surabaya. lupakan deh cowokmu, sebentar aja. Allah dah terlalu baik dengan mengingatkan dan menolongku dua kali. Aku tertembak tepat di jantungku. Aku tidak bisa tidak menikmatinya. kalo kamu sayang ama aku, kamu boong aja ama pengurus. Duduk di pojok menunggu kereta Penataran yang akan mengantar kami ke Surabaya. Sedangkan setiap malam aku berharap bersamanya kelak. Aku harus waspada. Untuk menghindari asapnya yang bau saya keluar ruangan menuju bangku dekat rel kereta api. Aku semakin salah tingkah. Aku melirik ke arahnya, menunggu apa yang akan dilakukannya. Sementara angin terus menghembuskan nafasnya menyusup ke sela-sela jaketku hingga menusuk ke sumsum tulang. Kecurigaanku berpusar bangkitkan waspada.




















