Evan menyentuh pelan tanganku untukmembangunkanku namun aku diam saja. Bokeb Aku menatap cermin yang ada di kelas itu, putingku yang masih mengeras tercetak jelas di seragam putihku yang ketat dan rok cheers itu sangat pendek sekali, bila aku membungkuk sedikit saja, pasti orang-orang bisa melihat bokong indahku.“Sempurna” bisikku pada diriku sendiri. Well, namaku Wanda, umurku 21 tahun. Aku menyiapkan uang receh lalu bergegas turun. Evan si ketua osis itu melongo melihatku seperti itu. Di mikrolet itu hanya ada 1 anak kuliahan *mungkin* dan 2 orang bapak-bapak aku sedikit menyesal karena di mikrolet itu tidak ada yang mukanya oke punya. Ia menindihku dan menciumku lidah kami berpangutan, terkadang Evan menghisap bibirku, tangannya meremas lembut payudaraku, terus ke perutku dan lalu sampai di vaginaku. Namun tidak lama Evan berdiri dan menggendongku memandikanku lagi. Entah kenapa aku horny sekali ketka mereka memandangiku seperti itu, jadilah aku mulai berulah aku memutir2




















