Maafin Nisa yach, Nisa udah ngerepotin Fik, padahal kan sekarang waktunya libur dan istirahat, tapi Nisa malah meminta Fik menemui Nisa”.Aku terharu juga mendengar kejujuran dan kepolosannya, akhirnya setelah mendengarkan semua tentang apa yang ada dihatinya, sambil membelai rambutnya (agar perasaannya menjadi lebih tenang), aku pun berusaha meyakinkannya, bahwa semua yang dialami, adalah wajar, jika seseorang mencintai lawan jenisnya, dan tidak ada yang namanya salah, jika sudah menyangkut perasaan hati.Ketika dia menatapku dengan tatapan yang tajam, secara perlahan aku mencium keningnya. Tapi ternyata, yang kulakukan itu malah membuat dian berani untuk membalas ciumanku. Bokep stw teruuzzss.. lebih ke dalam lagi Fik.. lebih ke dalam lagi Fik.. Sebagai seorang lelaki, mendengar penawaran Nisa, aku malah berpikir yang tidak-tidak, dan membayangkan apa yang ada dibalik CD nya itu.Namun semuanya berusaha aku redam, karena walau bagaimanapun, di PT. Aku hanya tertawa sebentar mendengarnya, karena bola mataku tetap memandang lekuk-lekuk tubuh Nisa




















