aahh..”
“Aku mau keluar Kapten,” ujarku memberi tahu Kapten Jonny. Bokep Family Aku bersyukur, Ibu Tua itu rupanya berbaik hati karena bersedia menggeserkan kakinya, kini aku dapat duduk, tapi sampai kapan aku duduk kuat dengan cara duduk begini. “Buka lebar pahamu, Inge..” saran Kapten Jonny. minuman apa ini.” Ternyata label minuman ini tertulis huruf-huruf yang aku tak paham, mungkin aksara China, mungkin Jepang mungkin juga Korea. Aku sempat membaca namanya yang tertera di baju putihnya. Dari desa aku menuju pelabuhan Bitung, aku harus sudah sampai di pelabuhan sebelum pukul 6 sore karena KM Ciremai jurusan Tg.Priok berangkat jam 19:00 WIT, waktu satu jam tentu cukup untuk mencari tempat yang nyaman. “Tahan Sayang.. yang penting tenggorokanku segar.“Kau berbaringlah di di situ,” pinta Kapten Jonny sambil menunjuk tempat tidurnya yang ukurannya tidak begitu besar. “Jangan panggil Pak, panggil aku Kapten..” tegasnya. Kulihat jam dinding sudah menunjuk pukul 12 malam.










