ayahmu… sungguh seorang pencinta yang ulung…”.“Memangnya penis ayah… besar ya bi?”, tanya Dartowan lagi.“Hush! “Tapi tidak mengapa… nih papa telah membeli alat yang bisa mendeteksi saat kamu ‘tidak subur…’ jadi kapan kita boleh ‘kesana’ dan kapan waktunya ‘no trespassing’… he-he-he…”, kata Dartowan dengan nada senang tapi… mulai sedikit bernada mesum.“Kesana…? Bokep Thailand Cepat wajahnya bersemu merah yang justru menambah seksi paras cantik wajahnya itu.Menunduk tersipu malu, Ningsih spontan berkata pelan. Ada jawaban dari ‘seberang sana’…“Bagaimana… nak, beres kan…?”, kata Mertowan santai pada Dartowan, anaknya itu.“Terima kasih ayah… just perfect…!”, jawab Dartowan gembira penuh semangat.“Bukan kata-kata itu yang ingin ayah dengar… nak!”, jawab Metrowan datar.“Begini… yah, aku minta ijin ‘menahan’ bi Nurasih sampai hari Minggu, aku akan mengantarkan sendiri kerumah ayah.“Tidak perlu, biar ‘orang-orang’ ayah yang menjemput, dulu mereka yang mengantar”, kata Mertowan tandas.




















