Mulai sore tersebut, akhirnya dgn berdebar-debar, selesailah semua jam 12 malam. Bokep Mama Aku arahkan prop USG tepat di jantungnya, dgn pembesaran 200 X, aku mulai “membaca” ruang- ruang jantungnya. “Pamit Pak !, aku pulang dulu”
Langsung dia ngeloyor pergi, mungkin kelelahan, mungkin tak ingin mengganggu “acara” aku dgn Diana. Dgn bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur dimeja kerja bagian elektronik yg sebenarnya meja ping-pong..Mulailah aku jadi ahli USG dadakan, berbekal buku manual dan seingat- ingatnya pelajaran Anatomi, aku mulai memeriksanya dgn memberinya lubricant / pelincir agar prop USG yg besar ini bisa digeser dgn mudah di badan pak Sebastian. Segera kita berdiri dan merapikan baju, Diana kekamar mandi membersihkan sisa-sisa air mani yg berleleran di kemaluannya. “Pak, sekalian yg lain, mumpung gratis”. Aku mendadak bengong, selain ruang yg penuh dgn alat elektronik dan hanya ada meja pingpong ini,
hanya ada Aku, Diana dan Pak Sebastian.




















