Saya menarik tangan Dokter S agar ikut naik ke atas tempat tidur. Bokep Mom Batinku, coba dokternya dia ya. Bagai kehausan, Dokter S meneguk semua cairan kental tersebut sampai habis.“Duh, masa baru begitu saja kamu udah keluar.” Dokter S meledek saya yang baru bermain oral saja sudah mencapai klimaks. Dokter S memahami apa maksud saya. Sekali-sekali saya gigit puting susunya itu. Ia menyodorkan payudaranya yang menggantung kenyal ke wajah saya. Baru sekarang saya pernah melihat payudara sebesar ini. Dokter S adalah wanita yang kedua yang pernah saya isap-isap payudaranya, tentu saja setelah ibu saya saat saya masih kecil.“Uuuhh.. Tapi untuk ia tidak memperhatikan gerakan di balik celana saya.Namun setiap sentuhan stetoskopnya, apalagi setelah tangannya menekan-nekan ulu hati saya untuk memeriksa apakah bagian tersebut terasa sakit atau tidak, semakin membuat batang kemaluan saya bertambah tegak lagi, sehingga cukup menonjol di balik celana panjang saya.“Wah, kenapa kamu ini?










