“Pacar lagi?”
“Ya, dia …” suaranya makin lirih. Udara dingin terasa enak di penisku, dan aku bisa rasakan panas yang memancar dari gunung berapi nya. Film Porno Dia bilang itu palsu, dan Yanti beri cepekan lainnya. “Halo, Yanti,” kataku. “Hmmm …” aku mikir sendiri, “Beberapa buat gituan yang santai aja?.”
“Masuk,” kataku, saat aku membuka pintu, “kita omong di dalem aja.”
Saat ia memanjat ke kabin sopir, aku masukkan hape ke laci dan dia menggeser ke kursi pengemudi. Seprai tampak seperti habis pesta orgy. Dia bilang itu palsu, dan Yanti beri cepekan lainnya. Aku mengemudi perlahan, sebagian karena hujan, sebagian karena aku tidak ingin malam ini segera berakhir. Kami berkendara diam-diam, sampai aku tak tahan lagi. “Aku harus kembali bekerja di Seroja setelah bayi lahir, aku mungkin akan berada di setopan truk sekali atau dua kali seminggu, dengarin aja aku di CB Jangan lupa -..




















