Hangat.Bolehlah. Film Porno Malam itu bundaran HI
didatangi Kapolri yang meninjau dan menyerah melihat massa yang telah
bergerombol untuk pawai dan kampanye, karena jadwal resminya adalah
pukul 06.00 18.00.Saat aku kembali, gerombolan Diana masih ada di sana.Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. Tapi dari tempatku berdiri, aku dapat melihat di dalam mini bus itu ada sepasang remaja berciuman.Benarbenar kampanye, nih? Tangannya
menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Mereka lumayan loyal terhadap partai mereka itu,
walaupun tampak sedikit kecewa, karena pemimpin partai mereka itu kurang
berani bicara. Namun kami duduk telah semakin rapat, sehingga dapat
kurasakan lembutnya tubuh yang ada di sampingku.Tibatiba Diana mencium pipiku.Terima kasih, Mas Ray.Untuk apa?Karena telah mau menemani Diana.Aku hanya diam.




















