Mau tidak mau, desas-desus itu membuat suasana kantor tidak nyaman, sehingga aku dipanggil . Bokep India Terbakar hingga tulangku terasa remuk dan tidak ada yang tersisa dari diriku. Kami melakukannya diam-diam, karena tanpa disadari, kami sudah masuk dalam tahap.. Aku ingin mas Deden menjadi milikku. Entah surat itu dibaca atau tidak, aku tidak tahu. Aku memang tidak sampai dipecat, hanya diberi surat peringatan. Setiap hari bertemu mas Deden, hampir setiap hari makan siang dengannya, mendengar suaranya dan semua hal tentangnya membuat jantungku berdebar tidak karuan. Dimulai dari kantor, rekan kerjaku mulai bisik-bisik mengenai gosip kedekatanku dengan mas Deden. Semakin panaslah situasi yang aku alami, semua teman-teman sekolah menjauhkanku, tidak ada rekan kantor yang mau bicara denganku, bahkan mereka cenderung memusuhiku.




















