Selesai ku antarkan Pak rakka yang setengah mabuk karena bersenang-senang di klub malam, ku pacu kendaraan dengan kecepatan sedang menuju tol dari arah Pondok Indah. Bokep Tante Rintihan-rintihan kecil menghidupkan kamar yang biasanya sepi tersebut.Perlahan ku tarik celana dalam bett, kali ini terpampang jelas vagina cantik dengan bulu kemaluan yang dicukur rapih dibagian atasnya. Tidak sampai setengah jam perjalanan, kami sudah mendekati tujuan.“Rumah kamu dimana, bet?” Tanyaku.bett pun menunjukan arah ke rumahnya. bett juga mengantarkanku ke kamar tamu yang bisa kugunakan untuk beristirahat sampai matahari terbit beberapa jam lagi.Segera saja ku baringkan tubuhku yang aktif dari pagi kemarin. Tangannya bergantian meremas rambut dan mencengkram punggungku.Ku dorong tubuh bett agar terbaring di kasur. Aku kaget bukan kepalang.Tangan bett langsung meraih penisku, dan memasukannya ke dalam mulut.Rasa kantuk ku pun hilang, ingin ku tolak perlakuan bett namun aku terlanjur menikmatinya.




















