Kehidupan ekonomi keluargaku bisa dibilang mencemaskan. Bokeb “Wah cantik juga kamu,” tiba-tiba suara itu mengejutkan diriku. aahh..”
“Aku mau keluar Kapten,” ujarku memberi tahu Kapten Jonny. Dia bersandar di dinding kapal apalagi gerakan kapal sekarang ini sudah tak beraturan kadang bergoyang kekiri kadang kekanan.“Kamu betul-betul hebat Inge,” puji Kapten Jonny sambil mencium bibirku. Aku hanya bisa berdiri di depan sebuah kamar yang bertuliskan Crew, di sekitarku terdapat seorang Ibu tua bersama 2 orang anak laki-laki usia sekolah dasar. Lantas aku tidur sampai siang, makan, tidur dan malamnya kami melakukannya lagi berulang-ulang seolah tiada bosan.Akhirnya Pelabuhan Tanjung Priok sudah berada di pelupuk mataku. aahh.. Waktuku hanya 15 menit. “Tahan Sayang.. Aku tak peduli erangannya, kusedot, kusedot dan kusedot terus, sampai akhirnya zakar Sang Kapten yang panjangnya hampir 12 centi itu memuncratkan cairan hangat ke mulutku yang mungil.




















