Jangan bicara itu sayangg.. Bokep Tobrut Bahkan orang tuaku hadir saat pernikahannya itu. Namun aku tak pernah datang lagi. Tentu saja Tante Wenny banyak waktu sepinya. Akan kucuci celana dalamnya dengan ludahku hingga larutan sisa kencing atau keringatnya larut dan bisa kutelan kembali. Aku takut Bu Endang hamil. Tanpa bisa kucegah dia memegangi kedua kakiku dan minum menenggak cairan pekatku itu.“Jangan Tantee… jangaann..!,” tetapi aku tak mampu mencegahnya.Juga aku tak mampu menghentikan kencingku yang memang sudah sangat mendesaki kandungannya. Bahkan Bu gurunya, Bu Endang, sangat tergila-gila padanya. Edann.. Aku sepertinya disambar stroom listrik ribuan watt. Sesekali suaminya itu bertugas meninjau ke daerah-daerah di tanah air. Akan kucuci celana dalamnya dengan ludahku hingga larutan sisa kencing atau keringatnya larut dan bisa kutelan kembali. Urusannyalah. Jijik begitu. Aku semakin yakin bahwa ini semua hanya ulah Tante Wenny untuk menahan agar aku tidak cepat menghilang dari pandangan matanya.




















