“Aduh, maaf.. Rudi meraung keras sekali. Bokep Family “Aku memang patut mendapatkan,” pikirnya, tidak ada yang merugikan atau dirugikan, kepuasan seperti ini selalu membuatnya terangsang secara seksual. Bibirnya langsung mengecup bibir Dina. “Aku bukan gadis bayaran Rud..” katanya sambil mulai menangis. Dina berseru gembira. Itulah alasan yang paling tepat untuk merusak moodnya. Sekilas teringat pesan ibunya untuk menjaga diri, dan bayangan pacarnya yang tidak menjemputnya. Matanya terasa panas. Dina membuka dompet itu, terdapat beberapa credit card dan kartu identitas. Wajahnya mulai memerah, jemarinya memilin ujung tali tasnya.“Tampaknya ini tak cukup,” kata Rudi. Melihat seragam putih yang masih basah dengan bra membayang itu Rudi kehilangan kontrol. Rudi bersorak dalam hati. Now or never.Dipegangnya lengan Dina. “Nggak pa-pa,” nafasnya masih terengah-engah. Diambil KTP dari saku Dina lalu sambil diselipkan ke dompet ia mengeluarkan 3 lembar seratus ribu rupiah sambil mencium pipi Dina.“Ini buat kamu.” Dina menolak sambil terkaget- kaget.




















